Minggu, 20 Oktober 2013

I Want Changed My Feeling

Tanggal 10 Oktober 2013,
Hari  ini adalah hari anniversary-mu dengan kak Afisa. Aku rasa baru 7 hari yang lalu kau menembaknya lalu sekarang sudah hari anniversary-mu yang sudah menginjak minggu ke-4 tepatnya satu bulan kalian sudah berpacaran. Huftt…. Waktu memang terus berjalan dan tidak dirasa terus berjalan. Waktu yang mempertemukanku denganmu dan waktu yang akan nantinya membuatku berpisah denganmu dan aku harus siap menerima semua itu. Karena disetiap ada pertemuan pasti ada perpisahan.

Mulai dari hari ini aku butuh perubahan,perubahan yang dapat membuatku menjadi dewasa untuk melupakanmu dan membuang semua perasaanku. Yang terpenting didalam hidupku aku sudah memberimu kesempatan, kesempatan agar kau dapat mencintaiku sama halnya denganku dan sudah kucoba,menunggu,berdoa dan berharap agar kau membalas cintaku, tapi jika kau menyia-nyiakan kesempatan itu kuharap kau tidak akan menyesal suatu saat nanti. Dan aku tidak akan merasa bersalah jika harus melupakanmu karena itu semua salahmu,salahmu yang sudah kuberi kesempatan namun disia-siakan.

Jujur saja aku tak ingin berkata bahwa ini adalah akhir dari segala perjuangan dan penungguan. Sedih tak karuan rasanya harus ditakdirkan seperti ini. Tapi aku selalu mengambil hikmah dari segala kejadian buruk ini agar dapat membuatku menjadi lebih baik esok dan seterusnya......

Tadi pagi disekolah aku mencoba merenung dilantai dua ditemani sahabtku Rifah. Aku berdiri dari lantai 2 melihat ke lantai 1. Kutangkap sosok berkacamata bersama 2 orang lelaki dibawah pohon jambu yang sedang bercanda. Ya, itu kau,kak Yasier, dan Halil. Mengapa disetiap kuliat wajahmu seperti banyak kata-kata yang ingin kutuliskan tentangmu…. Rasanya seperti sudah lama tak memandangi wajahmu, mungkin karena tugas-tugasku yang sangat banyak sehingga jarang untuk memandangi wajahmu lagi, baru kali ini aku merasa bosan ketika memandangmu jadi lebih baik kukeluarkan buku dan pulpen lalu menulis kata-kata tentangmu.

Tiba-tiba sosok berkacamata itu menghilang dari keramaian entah kemana.  “Aku lelah dengan semua ini” kutulis didalam buku itu dan ketika kumenoleh kearah kanan tiba-tiba kuliat kau bersama kak Yasier sedang berjalan menuju kearah bangku yang sedang kududuki bersama Rifah. Saat kau lewat didepanku aku tak berani memandang wajahmu tapi aku heran mengapa saat kau melewatiku jantungku masih berdegup dengan kencang padahal aku sudah bisa melupakanmu(sementara waktu)


“Tuhan, bantu aku agar dapat bersikap seperti orang biasa yang tidak pernah bertemu dan tidak menyimpan rasa suka pada orang itu, jangan kau membuat pipiku tampak seperti kepiting rebus ketika dia melihatnya” desahku dalam hati. Dan akhirnya kau pergi jauh…. Akupun menghela nafas masih tak kusangka semua ini terjadi, kau berjalan didepanku hanya berapa centimeter namun seperti 1 jam kau melewatiku. Benci adalah kata yang tepat kini kurasakan aku kecewa sekali padamu kau melewatiku seperti orang yang tak mengenaliku dan tak menunjukkan sikap perubahanmu! Tuhan aku kini kecewa dan membencinya bantulah aku agar selalu membencinya dan melupakannya……..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar