Tanggal 10 Oktober 2013,
Hari ini adalah hari anniversary-mu dengan kak Afisa. Aku rasa baru 7 hari yang lalu kau
menembaknya lalu sekarang sudah hari anniversary-mu
yang sudah menginjak minggu ke-4 tepatnya satu bulan kalian sudah berpacaran.
Huftt…. Waktu memang terus berjalan dan tidak dirasa terus berjalan. Waktu yang
mempertemukanku denganmu dan waktu yang akan nantinya membuatku berpisah
denganmu dan aku harus siap menerima semua itu. Karena disetiap ada pertemuan
pasti ada perpisahan.
Mulai dari hari ini aku
butuh perubahan,perubahan yang dapat membuatku menjadi dewasa untuk melupakanmu
dan membuang semua perasaanku. Yang terpenting didalam hidupku aku sudah
memberimu kesempatan, kesempatan agar kau dapat mencintaiku sama halnya
denganku dan sudah kucoba,menunggu,berdoa dan berharap agar kau membalas
cintaku, tapi jika kau menyia-nyiakan kesempatan itu kuharap kau tidak akan
menyesal suatu saat nanti. Dan aku tidak akan merasa bersalah jika harus
melupakanmu karena itu semua salahmu,salahmu yang sudah kuberi kesempatan namun
disia-siakan.
Jujur saja aku tak ingin
berkata bahwa ini adalah akhir dari segala perjuangan dan penungguan. Sedih tak
karuan rasanya harus ditakdirkan seperti ini. Tapi aku selalu mengambil hikmah
dari segala kejadian buruk ini agar dapat membuatku menjadi lebih baik esok dan
seterusnya......
Tadi pagi disekolah aku
mencoba merenung dilantai dua ditemani sahabtku Rifah. Aku berdiri dari lantai
2 melihat ke lantai 1. Kutangkap sosok berkacamata bersama 2 orang lelaki
dibawah pohon jambu yang sedang bercanda. Ya, itu kau,kak Yasier, dan Halil.
Mengapa disetiap kuliat wajahmu seperti banyak kata-kata yang ingin kutuliskan
tentangmu…. Rasanya seperti sudah lama tak memandangi wajahmu, mungkin karena
tugas-tugasku yang sangat banyak sehingga jarang untuk memandangi wajahmu lagi,
baru kali ini aku merasa bosan ketika memandangmu jadi lebih baik kukeluarkan
buku dan pulpen lalu menulis kata-kata tentangmu.
Tiba-tiba sosok berkacamata
itu menghilang dari keramaian entah kemana. “Aku lelah dengan semua ini” kutulis didalam
buku itu dan ketika kumenoleh kearah kanan tiba-tiba kuliat kau bersama kak
Yasier sedang berjalan menuju kearah bangku yang sedang kududuki bersama Rifah.
Saat kau lewat didepanku aku tak berani memandang wajahmu tapi aku heran
mengapa saat kau melewatiku jantungku masih berdegup dengan kencang padahal aku
sudah bisa melupakanmu(sementara waktu)
“Tuhan, bantu aku agar dapat
bersikap seperti orang biasa yang tidak pernah bertemu dan tidak menyimpan rasa
suka pada orang itu, jangan kau membuat pipiku tampak seperti kepiting rebus
ketika dia melihatnya” desahku dalam hati. Dan akhirnya kau pergi jauh…. Akupun
menghela nafas masih tak kusangka semua ini terjadi, kau berjalan didepanku
hanya berapa centimeter namun seperti 1 jam kau melewatiku. Benci adalah kata
yang tepat kini kurasakan aku kecewa sekali padamu kau melewatiku seperti orang
yang tak mengenaliku dan tak menunjukkan sikap perubahanmu! Tuhan aku kini
kecewa dan membencinya bantulah aku agar selalu membencinya dan melupakannya……..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar